Langsa | Atjeh Terkini.id – Pertandingan Liga 4 Nasional Regional Aceh tahun 2025, antara Al Farlaky FC vs Persidi Idi dihentikan, demikian pula dengan pertandingan kedua antara PSBL dan PSLS Lhokseumawe juga tak sampai 90 menit.
Wasit Haris yang memimpin pertandingan Alfarlaky FC vs Persidi Idi dianggap kurang tegas, bahkan kontroversi oleh dua belah pihak yang bertanding.
Akibatnya, pertandingan babak kedua dihentikan menit ke 65. Pasalnya, saat terjadi pelanggaran di area garis gawang Alfarlaky FC, para pemain dan asisten pelatih Persidi Idi memprotes keputusan wasit karena menunjuk titik pelanggaran di luar garis gawang.
Asisten pelatih dan oficial Persidi Idi masuk ke lapangan permainan menemui wasit seraya memprotes meminta untuk mengubah keputusan agar diberikan sanksi tendangan finalti.
Sementara itu, para pemain Alfarlaky FC bersikukuh bahwa keputusan wasit sudah tepat. Kericuhan pecah, tak dapat dihindari, karena kedua belah pihak bersitegang.
Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, pertandingan antara kedua belah pihak di hentikan oleh panitia.
Pertandingan PSBL Versus PSLS Lhokseumawe.
Pertandingan ini juga di hentikan, karena wasit Unzir dianggap kontroversial dalam memimpin. Pada babak kedua dengan perolehan gol PSLS 2 – PSBL 1, sisa waktu 13 menit, laga itu juga dihentikan karena azan magrib.
Namun, saat terjadi kemelut di mulut gawang PSLS Lhokseumawe yang berujung cidera salah seorang pemain PSBL Sebastian akibat terkena siku kiper di kepala hingga tersungkur dan harus dievakuasi ke Rumah Sakit mengunakan ambulance.
Sementara wasit tidak meniup peluit melihat situasi itu yang dianggap oleh Manager, Pelatih dan pemain PSBL telah terjadi pelanggaran berat.
Protes pun berlanjut, saling ejek dan nyaris terjadi baku hantam, akibat wasit yang ditunjuk dalam pertandingan kurang tegas dan kontroversial.(**)